Dirty Rotten Bastards, atau sebagian teman-teman yang sudah mengenal kami sering menyebutnya DRB,
adalah sebuah band yang berdiri sejak 2014 silam. Entah tepatnya kapan, karena band kami awalnya
tidak terbentuk secara terencana, apalagi sampai bikin acara gunting pita seperti kebanyakan acara
formal, hahaha.
Awal DRB terbentuk kira-kira akhir tahun 2013 karena ke-isengan Noval, drummer kami yang secara tidak
sengaja melihat akun twitter Rizman di timelinenya. Setelah sedikit stalking, lalu dengan gaya om-om
yang sedang melobi targetnya, Noval mengirim pesan personal lewat DM untuk mengajaknya sekedar
jamming di studio, karena kebetulan mereka berdua punya kecintaan yang sama terhadap Billy Joe
Armstrong, dkk.
Karena kurang personil, Rizman mengajak Jona yang kebetulan memang sering jamming bersama di
studio. Seiring waktu berjalan, kami merasa cocok, tapi males untuk membentuk band yang serius.
Karena tujuan awalnya memang ngeband untuk mengurangi penat selepas kerja. Namun, kami mendapat
feedback positif dari teman-teman kami untuk membentuk band, dan terbentuklah Dirty Rotten
Bastards.
Ketika ditanya kenapa memilih DRB sebagai nama band kami, karena kemungkinan besar kami bertiga
bukanlah manusia suci (KEMUNGKINAN lho ya) haha! Iya, kami kotor, busuk, dan yang pasti kami
bajingan, kalo kata mantan sih. Hehehe. Tapi biar lebih simple, bilang aja Dirty Rotten Bastards emang
kita ambil dari judul Green Day.

Sekarang kami berempat, karena tahun 2017 kami mengajak Edwin untuk mengisi gitar rythm bersama
kami. Skillnya sih ga ada, tapi ya lumayan lah buat nambah-nambah patungan bayar studio, hehe. Nggaknggak, kami mengajak Edwin karena memang dia sering ikut naik panggung ketika kami manggung. Ya,
dia groupis setia kami pada waktu itu. Hahaha!

 Perjalanan kami cukup panjang, panggung ke panggung, Jakarta, Bekasi, Bandung, Pekalongan, Cirebon,
sudah kami singgahi untuk meluapkan isi hati kami melalui musik. Kami punya ketertarikan yang sama,
yang selalu kami angkat melalui musik kami, yaitu soal isu sosial, lingkungan, dan persaudaraan.
Dan singkat cerita, di tahun 2019 ini kami sangat-sangat bersyukur bisa merilis EP Album pertama kami
yang berjudul Senandung Persaudaraan. Berisi 5 lagu yang tetap mengangkat isu sosial, dan yang pasti
persaudaraan. Karena kami sepakat, bahwa siapapun kita, apapun agama, suku, RAS, status sosial
ataupun genre kita, ya kita tetap bersaudara. Makanya, kami sengaja merilis mini album ini selepas
pemilu 2019 yang kita semua tau, bangsa ini ingin dipecah menjadi 3 golongan, yaitu pendukung 01, 02,
dan Nurhadi Aldo.
Yap! Itulah cerita singkat bagaimana DRB terbentuk sampai sekarang. Kami punya harapan agar kami bisa
terus bersama dan konsisten terhadap apapun yang kami perjuangkan. Jika ingin mengenal kami lebih
jauh kami bisa ditemukan di instagram dengan nama akun @dirtyrottenbastardsjkt

DISCOGRAPHY